Select Language

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
use your language

Senin, 14 Maret 2011

Varians dan Kontrol Dalam Penelitian Eksperimental (Bab V)


VARIANS DAN KONTROL DALAM PENELITIAN EKSPERIMENTAL

            Varian adalah untuk menentukan apakah perbedaan antara nilai rata-rata kelompok yang dibandingkan signifikan atau tidak.

Contoh:
Tentukan varians dari kelompok berikut:
Subjek
Kelp 1
Kelp 2
X12
X22
A
6
9
1
1
B
6
9
1
1
C
7
10
0
0
D
8
11
1
1
E
8
11
1
1
Rata-rata
7
10


Varians


0,8
0,8










Jawab: 
Jenis-Jenis Varians:
a.       Varians total (VT)
=Keseluruhan variasi dari skor-skor VT suatu penelitian.
a.       Varians antar kelompok (VAK)
=bagian dari varians total yang berasal dari variasi skor VT yang disebabkan oleh manipulasi yang dilakukan peneliti.
b.      Varians dalam kelompok (VDK)
=bagian dari varians total yang berasal dari variasi skor VT yang tidak disebabkan oleh variable yang dimanipulasi oleh peneliti (VB).

Varians Dalam Penelitian Eksperimental
Penelitian eksperimental bertujuan untuk menganalisis varians total (VT) dari VT uintuk menentukan berapa besar dari VT tersebut yang berasal dari menipulasi (VAK) dan apakah VAK tersebut signifikan. Untuk itu rumus yang digunakan adalah:
Contoh:
Seorang peneliti ingin mengetahui efektivitas pemberian instruksi terhadap kecepatan menggambar grafik dengan menggunakan computer pada anak-anak laki-laki berusia 10 tahun. Untuk itu peneliti menggunakan 8 orang anak yang secara random dimasukan kedalam KE (mendapat intruksi) dan ke dalam KK (mendapat pelatihan mengingat). Berikur skor ke 8 orang anak tersebut:
No
KK
KE
1
11
5
2
10
4
3
8
2
4
7
1
Jawab:
Varians total (VT)

X
x
x2(pgkt2)

11
5
25

10
4
16

8
2
4

7
1
1

5
-1
1

4
-2
4

2
-4
16

1
-5
25
Grand mean
6


sigma(x)pgkt2


92

Varians dalam kelompok (VDK)

KK
KE

X
x
x2
X
x
x2

11
2
4
5
2
4

10
1
1
4
1
1

8
-1
1
2
-1
1

7
-2
4
1
-2
4
Mean
9


3


sigma(x)pgkt2


10


10
KE: VKE = 10/4 = 2,5                                     KK:VKK = 10/4 = 2,5
Jadi, VDK = VKE+VKK/2
              = 2,5+2,5/2
              = 2,5
 
Singkatnya, untuk mencari VT bias dengan mengunakan rumus:
VT = VAK + VDK
Dengan menggunakan rumus F didapatkan:
Dalam penelitian eksperimental dikenal prinsip maksminkon, yaitu;
a.                                                                                                           Maksimalkan varians eksperimental atau varians antar kelompok dengan merancang dan melaksanakan penelitian sedemikian rupa sehingga kondisi eksperimen sangat berbeda satu dengan yang lainnya.
b.                                                                                                           Minimalkan varians kesalahan atau varians dalam kelompok dengan cara:
·                                                                                     Mengurangi kesalahan pada pengukuran dengan melakukan control terhadap kondisi eksperimen
·                                                                                     Meningkatkan reliabilitas alat ukur
c.                                                                                                           Control dilakukan terhadap variable sekunder (VS) yang mungkin berpengaruh terhadap VT

Cara-cara melakukan control terhadap variable sekunder
a.        Randomisasi
Pengambilan secara acak subjek pada sampel sehingga KK dan KE dapat diasumsikan setara sebelum dimanipulasi.

b.       Eliminasi
Yaitu meniadakan VS saat penelitian yaitu dengan mengunakan ruang kedap suara. Teknik ini lebih tepat digunakan pada penelitian laboratorium.

c.                          Konstansi
·    Konstansi kondisi
Yaitu penyetaraan kondisi terhadap setiap subjek, contohnya kita ingin meneliti 2 orang pada ruangan yang berbeda maka kedua ruangan itu harus sama kondisinya, jika yang satu bising maka yang lainnya juga harus bising.
·    Konstansi karakteristik subjek
Yaitu menyamakan karakteristik subjek. Ada 2 teknik yaitu:
1.                                                                       Matching, dengan mengurutkan nilai atau skor dari setiap subjek, kemudian dibuat pasangan berdasarkan urutan tersebut. Syarat melakukan matching: apabila besar atau nilai VS sudah atau dapat diketahui sebelum penelitian dimulai atau dilakukan dan teknik ini hanya dapat dilakukan apabila subjek itu dapat dipasangkan dua-dua dan mempunyai hubungan yang dekat.
2.                                                                       Blocking, dengan menyamakan jumlah subjek yang memiliki kategori VS yang sama pada setiap kelompok.




Facebook comment