Select Language

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
use your language

Senin, 14 Maret 2011

Penelitian Ilmiah Dalam Psikologi (Bab II)


PENELITIAN ILMIAH DALAM PSIKOLOGI

            Penelitian ilmiah dalam psikologi merupakan investigasi empiris , terkontrol, dan kritis mengenai gejala-gejala alamiah yang berhubungan dengan teori dan hipotesis untuk mengetahui hubungan antara gejala-gejala yang ada.
Jenis-jenis penelitian menurut kumar dapat dibedakan berdasarkan 3 perspektif:
1.      Berdasarkan aplikasi dari studi penelitian
Berdasarkan aplikasi dari studi penelitian dapat dibedakan jadi penelitian murni dan penelitin aplikasi.
2.      Berdasarkan tujuan dari penelitian itu
Berdasarkan tujuan penelitian dapat dibedakan menjadi penelitian deskriptif, eksploratif, korelasi dan eksplanatori.
3.      Dari tipe informasi
Berdasarkan tipe informasi, dapat dibedakan menjadi penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Pada penelitian kuantitatif peneliti mengunakan angka yang akan dianalisis secara statistic, penelitian kuantitatif ini dapat dibedakan menjadi penelitian eksperimental dan penelitian non eksperimental. Sedangkan penelitian kualitatif didapatkan dari catatan pribadi, wawancara, hasil obsevasi, peninggalan sejarah dan lain-lain.

Karakteristik Penelitian Eksperimental
            Penelitian eksperimental dalam psikologi sebenarnya sama saja dengan penelitian eksperimental pada bidang lain seperti, pada fisika, kimia atau ilmu lainnya. Yang membedakan eksperimental pada psikologi dengan eksperimen dengan ilmu lainnya adalah dari objek yang diteliti dan cara untuk memunculkan gejala. Sehingga untuk membedakannya pada psikologi disebut dengan eksperimen psikologis. Jadi eksperimen psikologis merupakan penyelidikan dimana minimal salah satu variable dimanipulasi untuk mempelajari hubungan sebab akibat. Jadi penelitian eksperimental meneliti hubungan sebab akibat dan bukan hanya meneliti hubungan kausal antar variable. Ini menyebabkan penelitian eksperimental meneliti hubungan kausal antara variable bebas dan variable terikat.
Contoh: apakah rokok menyebabkan penyakit jantung
1.      Kalau pada penelitian eksperimental si subjek di minta untuk merokok dengan jumlah tertentu selama jangka waktu tertentu.
2.      Sedangkan pada penelitian non eksperimental, dilakukan dengan cara mencari penderita penyakit jantung kemudian dicari tahu apakah mereka pernah mereka dalam kurun waktu tertentu.
Manipulasi, peneliti memberikan sesuatu kepada subjek penelitian yang diberikan itu disebut dengan variable bebas, dimana peneliti bebas untuk mengubah atau memvariasikan variable tersebut. Pada penelitian non eksperimental (VB) tidak dilakukan penelitian karena VB sudah terjadi sebelum penelitian.
Observasi yang objektif, peneliti harus mampu menghindari terjadinya bias atau melakukan hal-hal diluar prosedur akan mempengaruhi hasil penelitian.
Fenomena yang dibuat akan terjadi, penelitian eksperimental menciptakan atau memunculkan sesuatu agar terjdi.
Dalam situasi yang terkontrol ketat, pada penelitian eksperimental diusahakan agar suatu akibat (VT) hanya ditimbulkan atau disebabkan oleh penyebab (VB) yang sedang diteliti bukan factor lain.
Dimana satu factor divariasikan dan factor lain tetap konstan, factor yang divariasikan dalam penelitian eksperimen adalah variable bebas.

Hukum Kausalitas (sebab akibat)
5 hukum kausalitas menurut JS Mill:
1.      Metode persamaan (method of agreement)
Kita mengetahui hubungan sebab akibat berdasarkan factor yang sama pada 2 atau lebih kejadian, maka factor yang sama itu yang akan jadi penyebab.
2.      Metode perbedaan (method of difference)
Kita mengetahui hubungan sebab akibat dari salah satu factor yang berbeda
3.      Gabungan metode persamaan dan perbedaan (join method of agreement and difference)
Yang mana peneliti mengabungkan antara metode persamaan dengan metode perbedaan.
Contoh:
            Adik + makanan          =>              kenyang    
            Kakak + makanan        =>              kenyang

            Adik + makanan                      =>                    kenyang
            Adik + tidak diberi makanan    =>                    tidak kenyang

Metode ini tidak lazim digunakan dalam penelitian hanya untuk memperkuat hubungan sebab akibat antara VB dengan VT yang dihasilkan sebelumnya.

4.      Metode variasi seirama (method of concomitant variation)
Terjadi apabila hasil dari variasi variable terikat parallel dengan variasi pada variasi pada variable bebas.
5.      Metode sisa (method of residue)
Dimana dari seluruh factor yang menyebabkan satu kejadian dan hanya tersiksa 1 faktor dan 1 kejadian yang belum diketahui penyebabnya maka factor spesifik yang tersiksa itu yang menyebabkan kejadian.

Kelebihan dan Kekurangan Penelitian Eksperimental
a.       Kelebihan
1.      Kesimpulan mengenai hubungan sebab akibat yang diperoleh bahwa VB menyebabkan VT lebih kuat disbanding dengan penelitian non eksperimental.
2.      Pada penelitian eksperimental peneliti dapat memanipulasi si subjek sedangkan pada non ekperimental tidak karena dia hanya melihat hal yang sudah terjadi.
b.      Kekurangan
1.      Sulit digeneralisasikan dalam kehidupan sehari-hari(kehidupan nyata) karena peneliti eksperimen sangat terkontrol (buatan), sehingga situasinya tidak seperti kehidupan sehari-hari.
2.      Membutuhkan waktu yang cukup lama.
3.      Tidak adekurat untuk mempelajari perilaku manusia, karena menganggap manusia dapat di manipulasi.

Penelitia Eksperimental Kuasi
            Syarat utama eksperimen itu adalah manipulasi, control dan randomisasi. Jadi suatu penelitian itu dikatakan penelitian eksperimen kuasi adalah apabila tidak dilakukannya randomisasi dalam meneliti hubungan sebab akibat, karena subjek sudah punya VB sebelumnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Facebook comment