Select Language

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
use your language

Rabu, 01 Desember 2010

Metopel (Metode dan Desain Penelitian)

METODE DAN DESAIN PENELITIAN

A.METODE PENELITIAN

Metode penelitian adalah suatu teknik atau cara yang dilakukan untuk suatu penelitian.

Metode Penelitian akan memberi gambaran atas:
1. Bagaimana suatu Riset akan dilaksanakan; atau Bagaimana melanjutkan suatu riset yang             pernah ada.
2. Pertanyaan dan tujuan/objektif
3. Teknik atau instrumen yang akan digunakan untuk mengumpulkan data
4. Jenis data yang akan dikumpulkan
5. Bagaimana cara yang akan digunakan peneliti untuk menganalisa data
6. Kesimpulan yang akan diperoleh

Metode Penelitian :
1. Metode Sejarah
Bertujuan untuk memberikan rekonstruksi masa lampau secara sistematis, dengan mengumpulkan,mengevaluasi,menjelaskan dan mensintesis bukti bukti untuk menegakkan fakta dan menarik kesimpulan secara tepat
Ciri khas metode sejarah
1. Tergantung pada data yang diamati orang lain dimasa lampau
2. Lebih banyak menggunakan data primer daripada data sekunder
3. Menggali informasi yang tua yang tidak diterbitkan,tidak dikutip dalam bahan acuan standar
4. Sumber data harus dinyatakan secara definitif
-         Langkah-langkah dalam metode ini adalah :
a)      Merumuskan masalah
Ada beberapa dorongan untuk melakukan penelitian yang berhubungan dengan sejarah. Diantaranya: - keraguan kita tentang suatu kejadian,perkembangan,atau pengalaman di masa lampau.- kita menemukan bahan-bahan sumber baru yang akan memberikan penjelasan mengenai kejadian masa lalu ketika kita membuat penafsiran. – penafsiran dari data yang sudah ada ( mungkin kita ingin menyusun hipotesis baru yang akan memberikan penjelasan yang lebih memuaskan tentang kejadian masa lampau.dengan adanya dorongan-dorongan tadi maka kita akan lebih dapat merumuskan suatu masalah yang akan kita ambil dengan mengunakan metode sejarah ini.
b)      Pengumpulan bahan sumber
Salah satu pekerjaan awal yang penting sebagai peneliti yang berhubungan dengan sejarah adalah mengumpulakn data yang paling baik untuk memecahkan masalah. Pada bagian awal penelitian, sangat berguna jika kita terus menvari berbagai variasi bukti-bukti tentang kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang yang hidup dimasa lampau. Variasi ini sangat penting karena adanya tipe-tipe sumber sejarah yang berbeda dan yang dapat digunakan dalam pengumpulan data yang akan kita lakukan.
c)      Mengkritik sumber bahan yang sudah ada
Salah satu tanggung jawab sebagai peneliti sejarah adalah kemampuan mendeteksi kebenaran suatu dokumen atau dokumen tersebut sengaja di produksi untuk memberikan keterangan yang salah. Serta harus hati-hati dalam memikirkan kebenaran suatu peninggalan,kecuali sudah di usahakan melalui metode ilmiah untuk menentukan keaslian nya. Ini berarti kita perlu mengkritiknya dengan cermat mengenai bahan sumber kita, baik itu secara eksternal ( menentukan dokumen yang kita peroleh apa betul sesuai dengan aslinya,siapa yang membuatnya, kapan dan dimana bahan tersebut di produksi ) dan internal (  mengecek arti dan kelayakan suatu dokumen data. Memusatkan perhatian pada sejumlah hal seperti penulisan kata-kata dan kesahihan dari pernyataan yang ditulis penulis dll )



2. Metode Deskriptif
Adalah metode penelitian untuk membuat gambaran mengenai keadaan yang nyata sekarang.
Tujuan : Untuk menggambarkan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.

            Riset secara deskriptif mencoba memperoleh jawaban atas pertanyaan Siapa (who), Apa (what), Kapan/Bilamana (When) dan kadang kala Bagaimana (how). Peneliti kerap mendeskripsikan suatu subjek dengan penciptaan suatu kelompok masalah, kejadian dan orang.
            Riset semacam ini menuntut sang peneliti melakukan pengumpulan data dan menghabiskan waktu untuk observasi atas berbagai kejadian  (dikenal dengan istilah variabel riset).
Jenis-jenis Penelitian Deskriptif
Ditinjau dari segi masalah yang diselidiki, teknik dan alat yang digunakan dalam meneliti, serta tempat dan waktu, penelitian ini dapat dibagi atas beberapa jenis, yaitu:
A.     Studi Kasus
Metode ini akan melibatkan kita dalam penyelidikan yang lebih mendalam dan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap tingkah laku seorang individu. Kita akan memperhatikan juga bagaimana tingkah laku tersebut  berubah ketika individu itu menyesuaikan diri dan memberi reaksi terhadap lingkunganya.ini berarti kita melakukan pengumpulan data yang meliputi pengalaman-pengalaman masa lampau subjek dan keadaan sekarang dari si subjek, termasuk lingkunganya. Kita akan berusaha menemukan hubungan antara faktor-faktor tersebut satu sama lain.
Keuntungan dari studi kasus ini adalah : kita dapat melakukan penelitian lebih mendalam. Dengan mengali lebih mendalam kita dapat mengetahui seluruh kepribadiannya, dan tidak tertutup kemungkinan kita dapat mengetahui mengapa orang tersebut bertingkah laku atu bersikap seperti itu. Keuntungan yang lainya adalah : kesempatan untuk memperoleh wawasan mengenai konsep-konsep tingkah laku manusia.
Kekurangannya : dalam studi kasus,kita membahas suatu studi secara mendalam yang berarti kajiannya kurang luas.umumnya penemuan-penemuan sulit untuk digeneralisasikan dengan keadaan yang berlaku umum. Karena hasil penemuanya hanya di peroleh dari satu keadaan tertentu saja.
B.     Survei
Metode ini menekankan lebih pada penentuan informasi tentang variabel dari pada informasi tentang individu. Survei digunakan untuk mengukur gejala-gejala yang ada tanpa menyelidiki kenapa gejala-gejala tersebut ada. Didalam penelitian yang demikian ini,kita tidak perlu memperhitungkan hubungan antara variabel-variabel. Tujuan pokok kita adalah menggunakan data yang kita peroleh untuk memecahkan masalah, daripada untuk menguji hipotesis.Survei memiliki 2 lingkup : sensus ( survei yang meliputi seluruh populasi yang di inginkan ) dan sample survei ( dilakukan hanya pada sebagian kecil dari suatu populasi )
Survei dapat memberikan manfaat yang besar untuk tujuan-tujuan deskriptif,dan juga bermanfaat untuk penelitian hubungan antara beberapa variabel. Semua itu dapat membantu kita dalam membandingkan kondisi-kondisi yang ada dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya atau untuk mengevaluasi efektifnya suatu program.
C.     Penelitian Pengembangan
Dengan metode ini dituntut meluangkan waktu yang sangat banyak. Karena dengan metode ini kita harus meneliti dari segala aspek perkembangan si subjek. Dalam metode ini di gunakan Metode Longitudinal dan metode Cross sectional.
D.     Penelitian Lanjutan
Dilakukan apabila kita bermaksud menyelidiki perkembangan lanjutan para subjek setelah diberikan perlakuan tertentu atau setelah kondisi tertentu. Secara umum penelitian ini digunakan untuk menilai kesuksesan program tertentu seperti program bimbingan,perbaikan administrasi dll.
E.      Analisis Dokumen
Dilakukan apabila penyelidikan kita meliputi pengumpulan informasi melalui pengujian arsip dan dokumen.
F.      Analisis Kecendrungan
Meliputi penelitian yang mencari status yang akan datang. Metode ini digunakan dengan tujuan mencari proyeksi permintaan atau kebutuhan orang-orang dimasa yang akan datang.
G.     Penelitian Korelasi
Dirancang untuk menentukan tingkat pertalian variabel-variabel yang berbeda pada populasi yang kita inginkan. Dengan metode ini kita dapat menentukan berapa besarnya variasi yang disebabkan oleh satu variabel dalam hubunganya dengan variasi yang disebabkan oleh variabel lain.

3. Metode Eksperimental
Gay ( 1976 ) berpendapat ; bahwa metode eksperimen merupakan satu-satunya metode penelitian yang benar-benar dapat menguji hipotesis mengenai hubungan sebab dan akibat. Selanjutnya ia mengatakan bahwa metode eksperimen dapat mewakili pendekatan yang paling sahih dalam memecahkan masalah,baik secara praktis maupun secar teori.
-         Definisi dan Tujuan dari metode eksperimental :
1.      Di dalam studi eksperimental,peneliti memanipulasi sekurang-kurangnya satu variable bebas, mengontrol variable lain yang relevan,dan mengamati pengaruh dari satu atau lebih variable terikat.
2.      Variable bebas, juga di artikan sebagai variable eksperimental, variabel sebab, atau variabel perlakuan, yang aktif atau mempunyai karakeristik yang di yakinin membuat perbedaan terhadap varibel tergantung.
3.      Variabel terikat,juga di artikan sebagai variable patokan, variabel akibat atau pas uji hasil dari suatu studi,perubahan atau perbedaan yang terjadi dalam kelompok sebagai hasil dari pemanipulasian variabel bebas.
-         Langkah-langkah dalam penelitian ini pada dasarnya sama dengan tipe-tipe penelitian yang lain : pemilihan dan pendefenisian masalah, pemilihan subjek dan instrument pengukuran,pemilihan rancangan, penetapan prosedur, penganalisaan data, dan perumusan kesimpulan.
-         Didalam penelitian ini, peneliti beraksi dari awal dalam pembentukan kelompok dan pemilihan kelompok, memutuskan apa yang terjadi pada setiap kelompok, mencoba mengontrol semua faktor lain yang relevan,mengontrol perubahan yang telah di perkenalkan,dan pada akhir studi mengamati atau mengukur pengaruh atas kelompok-kelompok studi.
-         Ciri khas suatu eksperimen adalah meliputi 2 kelompok ( 1 kelompok sebagai kelompok eksperimen dan 1 kelompok lainnya kelompok kontrol ). Dan tidak tertutup kemungkinan kelompok bukan hanya meliputi 2 kelompok,tetapi dapat lebih.
-         Ciri khas dari kelompok eksperimen : kelompok eksperimen memperoleh sesuatu yang baru atau hal baru dalam bentuk perlakuan dan perlakuan pentelidikan. Sedangkan kelompok kontrol memperoleh perlakuan yang berbeda atau perlakuan yang biasa saja. Setelah kelompok diberikan perlakuan untuk beberapa waktu lamanya, peneliti menguji variabel terikat dan kemudian menentukan apakah ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

B. DESAIN PENELITIAN
            Desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian.
1. Desain dalam merencanakan penelitian
            Desain dalam perencanaan penelitian bertujuan untuk melaksanakan penelitian, sehingga dapat diperoleh suatu logika, baik dalam pengujian hipotesa maupun dalam membuat kesimpulan. Desain rencana penelitian yang baik akan dapat menterjemahkan model-model ilmiah ke dalam operasional penelitian secara praktis
2. Desain pelaksanaan penelitian
            Meliputi proses membuat percobaan ataupun pengamatan serta memilih pengukuran-pengukuran variabel, memilih prosedur dan teknik sampling, alat-alat untuk mengumpulkan data kemudian membuat coding, editing dan memproses data yang dikumpulkan, termasuk juga proses analisa data serta membuat laporan.
            2.1       Desain sampel
            Desain sampel yang akan digunakan dalam operasional penelitian amat tergantung dari pandangan efisiensi, yaitu :
            a. Mendefinisikan populasi
            b. Menentukan besarnya sampel
            c. Menentukan sampel yang representatif
            2.2       Desain alat ( Instrumen )
            Yang dimaksud dengan alam disini adalah alat untuk mengumpulkan data. Desain terhadap alat untuk mengumpulkan data sangat menentukan dalam pengujian hipotesa. Alat yang digunakan dapat sangat berstruktur (check list dari kuesioner), kurang berstruktur (interview guide), ataupun suatu outline biasa di dalam mencatat pengamatan langsung.
            2.3       Desain analisa
            Dalam desain analisa, maka diperlukan alat-alat yang digunakan untuk membantu analisa. Penggunaan statistik yang tepat yang sesuai dengan keperluan analisa harus dipilih








KESIMPULAN

            Dilihat dari definisi antara keduanya,metode disini diartikan sebagai suatu cara atau teknis yang dilakukan dalam proses penelitian,sedangkan penelitian itu sendiri diartikan sebagai upaya dalam bidang ilmu pengetahuan yang dilakukan untuk memperoleh fakta – fakta dan prinsip –prinsip dengan sabar, hati – hati dan sistematis mewujudkan kebenaran.
            Kalau definisi desain penelitian, yaitu rencana atau rancangan yang dibuat oleh peneliti, sebagai rencana-rencana kegiatan yang akan dilaksanakan, disini terlihat bahwa ruang lingkup metode penelitian lebih luas dari pada desain penelitian, dan desain penelitian masuk dalam bagian dari metode penelitian, hal ini terjadi karena untuk melakukan penelitian, maka cara ilmiah yang kita gunakan adalah metode penelitian, dan prosedur-prosedur didalamnya sangat banyak dan luas, lalu desain penelitian merupakan salah satu langkah yang dilakukan dalam menggunakan metode penelitian, karena selain desain penelitian, masih banyak prosedur yang harus dilalui.

















                                                Daftar Pustaka





Slide (124 slide) ; Suliyanto, SE, MM,Dasar – Dasar Metodologi Penelitian

0 komentar:

Posting Komentar

Facebook comment