Select Language

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
use your language

Rabu, 18 April 2012

Neurosa Obsesif-Kompulsif

disusun oleh : Nanda


A.   Pengertian
Neurosa merupakan kesalahan pada penyesuaian secara emosional karna tidak dapat menyelesaikan konflik yang tidak sadar
Neurosa atau juga disebut dengan Psikoneurosa. Neurosa merupakan gangguan fungsionil pada sistem syaraf manusia sebagai akibat tidak terintegrasinya sebagian dari kepribadian manusia yang mengakibatkan tidak ada atau kurang serasinya hubungan antara pribadi dengan lingkungan sekitarnya.
Berdasarkan pendapat mengenai neurosis dari para ahli tersebut dapat diidentifikasi pokok-pokok pengertian mengenai neurosis sebagai berikut:
a. Neurosis merupakan gangguan jiwa pada taraf ringan.
b. Neurosis terjadi pada sebagian kecil aspek kepribadian.
c. Neurosis dapat dikenali berdasarkan gejala yang paling menonjol yaitu kecemasan.
d. Penderita neurosis masih bisa menyesuaikan diri dan mampu melakukan aktivitas sehari-hari.
e. Penderita neurosis tidak memerlukan perawatan khusus di rumah sakit jiwa.

Sebab-sebab:
a.        Faktor kulturil atau budaya yang menyebabkan seseorang mengalami neurosa
b.      Faktor psikologis, adanya perasaan cemas secara terus-menerus yang tidak ada sebabnya, tiadanya keseimbangan pribadi dan konflik batin yang dimiliki semenjak kecil.
Ciri-ciri:
a.       Hubungan individu terhadap lingkungannya tidak terlalu terganggu.
individu masih dapat mengerti akan dirinya dan masih dapat melihat lingkungan dalam batas-batas obyektif tetapi tidak sempurna betul. Kontak dengan duia realitas masih baik.
b.       Sifat yang dimiliki temporer,
Yaitu tidak selalu menunjukkan keabnormalan dalam tingkah laku dan tidak mempunyai target dalam berpartisipasi dengan ligkungan sosialnya. Dia mengalami rasa cemas yang tidak tau apa yang dicemaskan.
c.       Jarang kehilangan pedoman hidup terhadap lingkungan dan orang lain disekitarnya.
d.      Masih mempunyai kesadaran dan keinsyafan terhadap sifatnya sendiri dan demikian juga terhadap tingkah lakunya.
e.       Tingkah lakunya tidak samapi menyinggung dan merugikan orang lain dan diri sendiri.

Sedangkan obsesi dilihat dari istilah obsesi itu sendiri menunjukan pada suatu ide yang mendasar ke dalam pikiran atau menguasai kesadaran. Sedangkan istilah kompulsi menunjukan pada dorongan atau implus yang tidak dapat ditahan untuk tidak dilakukan,meskipun perbuatan tersebut tidak perlu untuk dilakukan  
Obsesi: satu ide yang tegar menetap dan seringkali tidak rasional, yang biasanya dibarengi satu kompulsi untuk melakukan suatu perbuatan, tidak dapat dihilangkan dengan usaha yang logis, berhubungan dengankecemasan.
Kompulsi: kebutuhan dan tindakan patologis untuk melaksanakan suatu impuls, jika ditahan akan menimbulkan kecemasan, perilaku berulang sebagai respons dari obsesi atau timbul untuk memenuhi satu aturan tertentu.
Menurut kamus lengkap psikologi (JP Chaplin)
Neorosa obsesif kompulsif merupakan suatu psiko-neurosa dengan cirri khas adanya idea tau obsesi yang tegar melekat hingga sering tidak dikehendaki,serta implus untuk melakukan kompulsi,atau perbuatan yang tidak rasional,stereotypis,dan ritualitis.
Biasanya obsesif kompulsif diyakini sebagai pola tingkah laku untuk usaha mengatasi rasa takut yang berlebihan atau meredakan dan menghilangkan perasaan bersalah.
Contoh kompulsif dalam bentuk mencuci tangan terus menerus,menandakan ketakutan dan rasa bersalah seseorang akibat melakukan sesuatu yang buruk dimasalalu
Faktor yang menyebabkan gangguan ini  adalah :
1.      Konflik antara keinginan keinginan yang ditekan kea lam bawah sadar atau dialihkan
2.      Trauma mental emosional
Penjelasan lain mengenai obsesif kompulsif yaitu ( psikologi abnormal jilid 1,Jeffrey S Nefid ) Suatu obsesi (obsession) adalah pikiran atau ide,dorongan yang intruisif dan berulang ulang yang sepertinya berada di luar kemampuan seseorang untuk mengendalikannya.Obsesi bisa menjadi sangat kuat dan persisten sehingga mengganggu kehidupan sehari hari,hingga bias sampai menimbulkan stres serta kecemasan yang signifikan,juga tercakup didalamnya keraguan, implus,dan citra (gambaran) dari kesehatan mental seseorang tersebut
Dalam kasus ini biasanya orang yang mengalami gangguan obsesi ini selalu bertanya tanpa berkesudahan apakah pintu sudah dikunci atau belum,jendela sudah ditutup atau belum
Contoh lainya seperti seseorang yang terobsesi dengan implus untuk menyakiti pasangannya,bias juga seseorang mempunyai gambaran mental seperti adanya fantasi yang berulang ulang dari seseorang mengenai hal hal yang buruk
Suatu kompulsi (kompulsif bias diartikan sebagai tingkah laku yang repetitive seperti mencuci tangan atau memeriksa kunci pintu atau gembok) atau tindakan mental repetitive (seperti berdoa,mengulang ulang kata itu terus menerus atau menghitung ) yang dirasakan sesorang sebagai suatu keharusan atau dorongan yang harus dilakukan
Kompulsif sering terjadi sebagai jawaban terhadap pikiran obsesif yang muncul dengan cukup sering serta kuat sehingga mengganggu kehidupan sehari hari atau bias menyebabkan stress yang signifikan
Biasanya kompulsi jatuh kepada dua kategori yaitu
1.      Ritual pengecekan
2.      Ritual besih bersih
Ritual yang dilakukan bias menjadi titik pusat kehidupan,misalnya ritual pengecekan yang melakukan pemerikasaan apakah saluran gas telah dimatikan atau pintu sudah dikunci secara berulang ulang dan kebiasaan atau kecemasan tersebut bisa menyebabkan keterlambatan dalam aktifitas atau menyusahkan orang lain
Orang yang mengidap gangguan ini mersakan bahwa apa yang dilakukannya seperti mencuci tangan berulang ulang,mengecek pintu dan jendela secara berulang ulang bisa memberikan kelegaan bagi orang tersebut untuk kecemasan yang ditimbulkan oleh pikiran obsesif
Orang tersebut percaya bahwa bahwa tindakan kompulsifnya akan mencegah terjadinya suatu peristiwa yang menakutkan meskipun tidak ada dasar realistic untuk keyakinan ini dan tingkah laku yang diperbuat jauh daru masuk akal dari situasi tersebut
“ ritual obsesif kompulsif sepertinya juga mengurangi kecemasan akan suatu hal yang mungkin terjadi seandainya tingkah laku tersebut dicegah untuk dilakukan (foa,1990) “
Gangguan obsesif kompulsif (OCD)  biasanya dialami 2% sampai 3% masyarakat umum pada suatu saat dalam hidup mereka (APA,2000 ; taylor,1995)
Study yang dilakukan di swedia menemukan bahwa : meskipun kebanyakan pasien OCD menunjukan perbaikan tetapi banyak juga gangguan ini terus berlanjut sampai sepanjang hidup mereka.Banyak orang dengan gangguan OCD,terutama yang mengembangkan gangguan ini pada masa kanak kanak juga mempunyai gangguan tic,para peneliti menduga bahwa mungkin ada kaitan genetis antara gangguan tic dan OCD ,atau paling tidak OCD yang muncul pada masa kanak kanak
B.   Contoh pikiran obsesif dan perilaku kompulsif
Pola pola pikiran obsesif
Pola pola perilaku kompulsif
Berpikir bahwa tangannya tetap kotor walaupun sudah di bersihkan berkali kali
Mengecek dan mengecek kembali pekerjaan secara berulang ulang
Kesulitan untuk menghilangkan pikiran bahwa seseorang yang dicintai telah cidera atau terbunuh
Mengecek kembali berulang ulang saluran gas sebelum meninggalakan rumah
Berulang ulang berpikir bahwa pintu rumah ditinggalkan terbuka tanpa terkunci
Terus menerus mencuci tangan supaya bersih dan bebas kuma
Terus menerus khawatir bahwa saluran gag tidak dimatikan

Berulang ulang memikirkan bahwa telah melakukan sesuatu yang mengerikan kepada orang orang yang dicintai


Dalam masalah gangguan ini bisa dilakukan terapi seperti :
1.      Psikoterapi suportif
2.      Penjelasan dan pendidikan
3.      Terapi perilakuS


0 komentar:

Posting Komentar

Facebook comment