Select Language

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
use your language

Kamis, 14 Juni 2012

Penyebab Retardasi Mental


disusun oleh : stevan.upp

1. Non-Organik
                      I.            Kemiskinan dan keluarganya yang tidak harmonis
Anak-anak dalam keluarga yang miskin mungkin kekurangan mainan, buku, atau kesempatan untuk berinteraksi dengan orang dewasa melalui cara-cara yang menstimulasi secara intelektual akibatnya mereka gagal mengembangkan keterampilan bahasa yang tepat atau menjadi tidak termotivasi untuk belajar keterampilan-keterampilan yang penting dalam masyarakat kontemporer.
Beban-beban ekonomi seperti keharusan memiliki lebih dari satu pekerjaan dapat menghambat orang tua untuk meluangkan waktu membacakan buku anak-anak, mengobrol panjang lebar, dan memperkenalkan mereka pada permainan kreatif. Lingkaran kemiskinan dan buruknya perkembangan intelektual dapat berulang dari generasi ke generasi (Nevid, 2002).
                   II.            Faktor sosio cultural
Kasus yang berhubungan disebut sebagai retardasi budaya-keluarga (cultural-familial retardation). Pengaruh cultural yang mungkin memberikan kontribusi terhadap gangguan ini termasuk penganiayaan, penelantaran, dan deprivasi sosial. (Durand, 2007)
                 III.            Deprivasi psikososial
Devripasi artinya tidak terpenuhinya kebutuhan. Tidak terpenuhinya kebutuhan psikososial awal-awal perkembangan ternyata juga dapat menyebabkan terjadinya retardasi mental pada anak.
                IV.            Akibat gangguan jiwa yang berat
Retardasi mental juga dapat terjadi karena adanya gangguan jiwa yang berat pada masa kanak-kanak
                   V.            Penelantaran anak

2. Organik
                      I.            Faktor prakonsepsi (sebelum hamil)
a. Abnormalitas single gene ( gen tunggal )
Gangguan gen tunggal yang disebabkan oleh mutasi pada gen tunggal.
Kelainan gen tunggal dapat terjadi karena gen abnormal dari salah satu kedua orang tua yang kondisinya masing-masing dikenal sebagai autosomal dominan dan autosomal resesif. Kelainan genetik multi faktorial atau  poligenik AKA termasuk kondisi-kondisi seperti cacat jantung, langit-langit mulut bercelah, bibir sumbing, atau cacat tabung saraf. Kondisi ini dapat dipicu oleh lingkungan dan faktor akibatnya adalah perubahan beberapa gen

b. Kelainan kromosom ( X-linked, translokasi, fragile-X).
Abnormalitas kromosom disebabkan oleh perubahan yang tidak normal pada kromosom.
Gangguan kromosom disebabkan oleh kelebihan atau  kekurangan dari gen yang terletak pada kromosom, atau perubahan struktural dalam kromosom.
·    X- linked
Penyakit X-linked (X-terkait) adalah gangguan gen tunggal yang mencerminkan adanya cacat gen pada kromosom X. Kromosom ini hadir sebagai dua salinan pada wanita, tetapi hanya sebagai satu salinan pada laki-laki

·    Translokasi
Merupakan mutasi kromosom dimana sebagian dari salah satu kromosom di transfer ke kromosom lain.
 
·    Fragile – X
Gangguan ini disebabkan oleh mutasi gen pada kromosom X. gen yang rusak berada pada area kromosom yang tampak rapuh, sehingga disebut sindrom fragile X. sindrom ini menyebabkan retardasi mental pada 1000-1500 pria dan hambatan mental pada setiap 2000-2500 perempuan. Efek dari sindrom fragile X berkisar antara gangguan belajar ringan sampai retardasi parah yang dapat menyebabkan gangguan bicara dan fungsi yang berat.

                      II.            Factor prenatal
(masa konsepsi atau  , masa pembuahan sampai dengan masa pertumbuhan janin)
a. Gangguan pertumbuhan otak trimester I
· Kelainan kromosom ( trisomi, mosaik)
-         Trisomi
Trisomi (ketika satu salinan tambahan sebuah kromosom ada) adalah jenis kejangganggan kromosom paling umum pada manusia. Trisomi yang paling umum adalah sindrom Down, atau trisomi 21. Trisomi lain yang jarang adalah trisomi 18 (sindrom Edward), trisomi 13 (sindrom Patau), dan trisomi 8. Semua trisomi ini biasanya akibat nondisjungsi* saat meiosis(reproduksi sel melalui tahap-tahap pembelahan seperti pada mitosis, tetapi dalam prosesnya terjadi pengurangan (reduksi) jumlah kromosom).
* (ada gangguan dalam  pelepasan sepasang kromosom, baik itu terjadi pada sebagian atau seluruhnya)



















-         Mosaik
terjadi salah mutasi pada mitosis*/pembelahan di tingkat zigot

*cara reproduksi sel dimana sel membelah melalui tahap-tahap yang teratur, yaitu Profase Metafase-Anafase-Telofase. Antara tahap telofase ke tahap profase berikutnya terdapat masa istirahat sel yang dinarnakan Interfase (tahap ini tidak termasuk tahap pembelahan sel). Pada tahap interfase inti sel melakukan sintesis bahan-bahan inti.

· Infeksi intrauterine
Merupakan infeksi akut pada cairan ketuban, janin dan selaput korioamnion yang disebabkan oleh bakteri.
Sekitar 25% infeksi intrauterine disebabkan oleh ketuban pecah dini. Makin lama jarak antara ketuban pecah dengan persalinan, makin tinggi pula resiko morbiditas dan mortalitas ibu dan janin.

· Zat-zat teratogen
Teratogen adalah setiap faktor atau bahan yang bisa menyebabkan atau meningkatkan resiko suatu kelainan bawaan.
 Ex.( alcohol, radiasi, infeksi, rokok,dll )

· Disfungsi plasenta
adalah keadaan di mana plasenta, baik secara aanatomik maupun fisiologik tidak mampu untuk memberi makan dan oksigenkepada fetus juga untuk mempertahankan pertumbuhan dan perkembangan secara normal.

b. Gangguan pertumbuhan otak trimester II dan III
· Infeksi intrauterine, misalnya TORCH, HIV
-         TORCH
TORCH adalah singkatan dari Toxoplasma gondii (Toxo), Rubella, Cyto Megalo Virus (CMV), Herpes Simplex Virus (HSV) yang terdiri dari HSV1 dan HSV2 serta kemungkinan oleh virus lain yang dampak klinisnya lebih terbatas (Misalnya Measles, Varicella, Echovirus, Mumps, virus Vaccinia, virus Polio, dan virus Coxsackie-B).
Penyebab utama dari virus dan parasit TORCH (Toxoplasma, Rubella, CMV, dan Herpes) adalah hewan yang ada di sekitar kita, seperti ayam, kucing, burung, tikus, merpati, kambing, sapi, anjing, babi dan lainnya. Meskipun tidak secara langsung sebagai penyebab terjangkitnya penyakit yang berasal dari virus ini adalah hewan, namun juga bisa disebabkan oleh karena perantara (tidak langsung) seperti memakan sayuran, daging setengah matang dan lainnya.


















 
-         HIV
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun.

· Zat- zat teratogen ( alcohol, kokain, logam berat, dll )

· Ibu : diabetes mellitus, PKU ( phenilketonuria )
-         Diabetes mellitus
Diabetes mellitus, DM (bahasa Yunani: διαβαίνειν, diabaínein, tembus atau pancuran air) (bahasa Latin: mellitus, rasa manis) yang juga dikenal di Indonesia dengan istilah penyakit kencing gula adalah kelainan metabolis yang disebabkan oleh banyak faktor, dengan simtoma berupa hiperglisemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, sebagai akibat dari:
o       defisiensi sekresi hormon insulin, aktivitas insulin, atau keduanya.
o       defisiensi transporter glukosa.
o       atau keduanya.
-         PKU
Pada kasus phenylketonuria, enzim phenylalanine hydroxylase (PAH) hanya ditemukan sedikit atau bahkan tidak ada. Defisiensi enzim ini menyebabkan tubuh tidak dapat memetabolisme asam amino esensial phenylalanine. Fungsi enzim PAH ini sebenarnya adalah mengubah asam amino phenylalanin menjadi asam amino tyrosine. Sehingga pada penderita phenylketonuria, ditemukan akumulasi asam amino phenylalanin (hyperphenylalaninemia).
Phenylketonuria merupakan gangguan genetik yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh memetabolisme asam amino phenylalanine.

· Toksemia gravidarum
Preeklamsia (toksemia gravidarum) adalah suatu kondisi dimana tekanan darah meningkat selama masa kehamilan. Bila tekanan darah anda meningkat, tubuh anda menahan air, dan protein bisa ditemukan dalam urin anda. Hal seperti ini juga disebut sebagai toxemia atau pregnancy induced hypertension (PIH).

· Disfungsi plasenta

· Ibu malnutrisi
Malnutrisi dapat terjadi oleh karena Kekurangan Gizi (Undernutrisi) maupun karena Kelebihan Gizi (Overnutrisi). Keduanya disebabkan oleh ketidakseimbangan antara kebutuhan tubuh dan asupan zat gizi esensial.

                      III.       Factor perinatal
( masa antara 28 minggu dalam kandungan sampai 7 hari setelah melahirkan)
a.       Sangat premature
Persalinan prematur adalah terjadinya persalinan sebelum usia kehamilan standar lengkap, yaitu pada usia kehamilan antara 20-36 minggu. Kehamilan normal lamanya adalah 40 minggu dihitung dari hari pertama periode haid terakhir.
Bayi yang lahir kurang bulan, bisanya lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram. Bayi yang  prematur ini dapat meninggal saat kelahiran  atau membutuhkan perawatan intensif karena organ-organ vitalnya belum  matang, misalnya paru, hati, atau refleks menelannya.

b.      Asfiksia neonatorum
Kegagalan bernapas secara spontan dan teratur  pada saat lahir atau beberapa saat setelah lahir yang ditandai dengan keadaan PaO2 di dalam darah rendah (hipoksemia), hiperkarbia (Pa CO2 meningkat) dan asidosis.

c.       Truma lahir : perdarahan intracranial
Perdarahan intracranial adalah Perdarahan yang tiba-tiba dalam jaringan otak merupakan bentuk yang menghancurkan pada stroke hemoragik dan dapat terjadi pada semua umur dan juga akibattrauma kepala seperti kapitis,tumor otak dan lain-lain.

d.      Kelainan metabolic : hipoglikemik, hiperbilirubinemia
-         Hipoglikemik
Hipoglikemia adalah suatu keadaan dimana kadar gula darah (glukosa) secara abnormal rendah. Dalam keadaan normal, tubuh mempertahankan kadar gula darah antara 70-110 mg/dL. Pada diabetes, kadar gula darah terlalu tinggi; pada hipoglikemia, kadar gula darah terlalu rendah. Kadar gula darah yang rendah menyebabkan berbagai sistem organ tubuh mengalami kelainan fungsi.
Otak merupakan organ yang sangat peka terhdap kadar gula darah yang rendah karena glukosa merupakan sumber energi otak yang utama. Otak memberikan respon terhadap kadar gula darah yang rendah dan melalui sistem saraf, merangsang kelenjar adrenal untuk melepaskan epinefrin (adrenalin). Hal ini akan merangsang hati untuk melepaskan gula agar kadarnya dalam darah tetap terjaga. Jika kadarnya menurun, maka akan terjadi gangguan fungsi otak.
-         Hiperbilirubinemia
Hiperbilirubinemia adalah keadaan meningginya kadar bilirubin didalam jaringan ekstravaskuler sehingga kulit, konjungtiva, mukosa dan alat tubuh lainnya berwarna kuning. ( Ngastiyah, Perawatan Anak Sakit, p 197 )


                   IV.       Factor post natal
(pasca melahirkan)
a. Trauma berat pada kepala/susunan saraf pusat

b. Neurotoksin
Neurotoksin adalah zat-zat yang berefek merugikan otak, sistem syaraf dan neuron (sel saraf). Zat-zat ini bisa berasal dari sumber yang berbeda. Sumber kimia itu bisa berasal dari logam berat, pestisida, produk [embersih, produk kimia limbah dan pencemaran lingkungan. Namun neurotoksin bisa berasal dari sumber-sumber yang dimaksudkan untuk membantu kita, seperti ; terapi obat, terapi radiasi, makanan dan kosmetik.Efek neurotoksin akan mulai muncul ketika tingkat racun dalam tubuh mencapai titik kritis
Ketika sel syaraf mati, maka jalur impuls syaraf dalam tubuh akan terganggu. Maka akan merasakan mati rasa pada anggota tubuh, perubahan pada sifat kepribadian, seperti berkembangnya gangguan obsesif kompulsif, sakit kepala, disfungsi seksual, kehilangan memori, gangguan penglihatan, delusi, hingga bisa mengakibatkan keterlambatan mental

c. CVA ( Cerebrovaskuler accident )
CVA atau stroke adalah bencana atau gangguan peredaran darah di otak. Akibatnya nutrisi dan oksigen yang dubutuhkan oleh otak tidak terpenuhi dengan baik

d. Anoksia
Anoksia adalah istilah yang menunjukkan akibat tidak adanya suplai oksigen yang disebabkan oleh beberapa sebab primer

e. Metabolic
· Gizi buruk
· Kelainan hormonal, misalnya hipotiroid, pseudohipotiroid
-         Hipotiroid
Hipotiroid adalah suatu kondisi yang dikarakteristikan oleh produksi hormon tiroid yang abnormal rendahnya. Ada banyak kekacauan-kekacauan yang berakibat pada hipotiroid. Kekacauan-kekacauan ini mungkin langsung atau tidak langsung melibatkan kelenjar tiroid. Karena hormon tiroid mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan banyak proses-proses sel, hormon tiroid yang tidak memadai mempunyai konsekwensi-konsekwensi yang meluas untuk tubuh.
-         Pseudohipotiroid
Kelainan hormonal
·  PKU
PKU adalah singkatan dari phenylketonuria. Penyakit ini bersifat genetik autosom resesif. Tubuh penderita fenilketonuria tidak memiliki atau kekurangan enzim fenilalanin hidroksinase (PAH). Pada keadaan normal, fenilalanin (Phe) dapat diubah menjadi tirosin. Namun ketika tidak ada enzim fenilalanin hidroksinase, kadar fenilalanin menjadi sangat tinggi dalam darah dan sangat berbahaya bagi tubuh. Akibatnya adalah dapat menumpuk dalam darah, menjadi racun bagi otak, dan menyebabkan keterbelakangan mental.
· Kelainan metabolisme karbohidrat,
-         galaktosemia
Galaktosemia adalah suatu penyakit autosomal berupa gangguan metabolisme galaktosa yang disebabkan oleh defisiensi salah satu dari 3 enzim yang terlibat dalam metabolism galaktosa untuk mengkonversi ke glukosa. Enzyme itu adalah galaktokinase(GALK), galaktose-1-phosphate uridyltransferas(GALT), dan uridin-diposphate galactose-4’ epimerase(GALE). Galaktosa adalah jenis gula sederhana merupakan hasil pemecahan dari laktosa.
Defisiensi Galaktosemia tranferase sering terjadi pada periode neonatal dengan gejala gagal tumbuh, kesulitan makan, dan hyperbilirubinemia terkonjugasi yang memanjang. Kondisi bisa menjadi fatal jika diet membatasi laktosa/ galaktosa tidak diketahui. Komplikasi di kemudian hari meliputi sirosis hepatis, katarak, ataxia, kesulitan bicara, retardasi mental, dan kegagalan perkembangan ovarium.


Kebanyakan anak yang menderita retardasi mental ini berasal dari golongan social ekonomi rendah akibat kurangnya stimulasi dari lingkungannya sehingga secara bertahap menurunkan IQ yang bersamaan dengan terjadinya maturasi. Demikian pula dengan keadaan social ekonomi yang rendah dapat sebagai penyebab organic dari retardasi mental, misalnya keracunan logam berat yang subklinik dalam jangka waktu yang lama dapat mempengaruhi kemampuan kognitif, ternyata lebih banyak pada anak-anak dikota dari golongan social ekonomi rendah. Demikian pula dengan kurang gizi, baik pada ibu hamil maupun pada anaknya setelah lahir dapat mempengaruhi pertumbuhan otak anak.


 
Daftar Pustaka


0 komentar:

Posting Komentar

Facebook comment